Kamis, 11 Februari 2016

Keputusan dan Eksekusi... Ketahui perbedaannya..

Qarar Tidak Berarti Tanfidz

Di suatu kelas, seorang guru menjelaskan di hadapan para muridnya: "Ada empat burung bertengger di satu pohon. Tiga dari empat burung itu membuat satu keputusan (qarar) bersama untuk terbang meninggalkan pohon itu. Yang satu ekor burung lagi berkeputusan (membuat qarar) untuk tetap tinggal di pohon itu".
Lalu sang guru bertanya: "Berapa burung yang masih tinggal di pohon itu?".
Seluruh murid secara aklamasi, serentak dan serempak menjawab: "Tinggal satu ekor!!!".
Namun, tiba-tiba, ada seorang murid yang merubah jawabannya: "Empat burung tetap berada di pohon itu!!!".
Sontak saja semua murid menoleh kepadanya.
Dan sang guru pun bertanya kepadanya: "Bagaimana penjelasannya??!!".
Sang murid menjelaskan: "Betul, tiga burung telah membuat keputusan (qarar) bersama untuk terbang, namun, mereka belum meng-eksekusi (men-tanfidz) keputusan mereka, mereka belum terbang, dengan demikian, mereka masih tetap berada di pohon itu bersama satu ekor burung yang berkeputusan (meng-qarar) tetap tinggal dan bertengger di pohon itu!!!".
Maka sang guru pun bertepuk tangan, dan memberikan hadiah kepada sang murid itu atas jawaban dan penjelasannya yang sangat brilian.
Begitulah yang sering terjadi dalam kehidupan kita, kita seringkali hanya pandai membuat keputusan (qarar), dan seringkali keputusan itu berhenti pada sebatas keputusan (qarar) dan tidak berlanjut ke tanfidz (eksekusi dan pelaksanaan), padahal beda jauh antara qarar dan tanfidz.
ربنا اجعلنا من الذين يستمعون القول فيتبعون أحسنه
اللهم حبب إلينا الإيمان، وزينه في قلوبنا، وكره إلينا الكفر والفسوق والعصيان، واجعلنا من الراشدين
اللهم ارزقنا الإخلاص في القول والعمل


Kamis, 15 Oktober 2015

TIPS AGAR CALON PEMBELI JADI BELI/CLOSING

🔑TIPS AGAR CALON PEMBELI JADI BELI/CLOSING💰💰

INGAT! Jika kita ingin menjual produk mutif lebih banyak, maka jangan menawarkan produk mutif . Lho kok?😦😧

Begini…

Mengapa?
Karena konsumen tidak membeli produk mutif. Produk  Mutif bukan alasan orang membeli.
Lalu apa yang mendorong orang membeli?

Konsumen tidak membayar kita untuk memiliki produk mutif.  Tapi membeli karena manfaat dan kebutuhan dari yang produk yang bisa mutif tawarkan.

Berikut contohnya :
Kita tidak membeli baju branded…Kita membeli gengsi, kepercayaan diri dan banyak kasus peluang untuk mencari perhatian orang lain/ lawan jenis.

Kita tidak membeli lampu meja. Kita ingin membaca buku/ mengetik di malam hari.

Orang tidak peduli dengan produk yang kita tawarkan selama itu bisa menyelesaikan masalah mereka dan memenuhi harapan yang telah kita tetapkan.

Singkatnya orang membeli manfaat.

Kita sering menemukan fenomena hampir dibanyak keterangan produk toko online yang hanya menyoroti fitur produk.📝

Jika seseorang ingin membeli baju karena ingin terlihat cantik didepan pasangannya 💑, mereka tidak peduli baju yang kita jual terbuat dari katun, paragon, sifon, spandek atau karung.

Hasil akhir yang mereka inginkan adalah ingin terlihat cantik. 💃 Jika bahan katun membuatnya lebih cantik daripada bahan siffon, mereka akan membeli baju berbahan katun bukan siffon.

Jadi hanya menawarkan bahan bahwa kaos mutif terbuat dari katun 100% tidak akan menjual, sebab yang mereka ingin beli adalah tampil cantik. Karena pembeli tidak tahu tentang ilmu kualitas kain.

Tapi bukankah semua orang bisa mengetahui sendiri manfaat dari fitur-fitur tersebut?

Jangan karena kita tahu banyak tentang produk Mutif, bukan berarti semua orang tahu.🙆

Tingkat pengetahuan setiap konsumen berbeda. Jauh lebih aman berasumsi konsumen nihil pengetahuan tentang kualitas produk mutif.

Bahkan jika manfaat sebuah fitur cukup popular dikalangan konsumen, menulis manfaat pada deskripsi produk dapat menyegarkan kembali ingatan mereka.

Sebuah fitur adalah fakta-fakta objektif sebuah produk. Misalnya berat, ukuran, warna, bentuk, jenis  bahan dan spesifikasi lain. Secara harfiah, fitur adalah aspek fisik dari produk kita.
Sementara manfaat adalah hasil akhir yang diperoleh pembeli karena kehadiran fitur tersebut. Hasil akhir itu berupa hidup yang lebih baik dibanding sebelum mereka menggunakan produk mutif.

Contoh:

Fitur: saku
Manfaat : memudahkan konsumen membawa benda kecil, kertas catatan, uang receh saat beraktivitas tanpa dompet.

Fitur : restleting depan
Manfaat : mudah dibuka dan praktis terutama untuk ibu yang sedang menyusui.

Fitur : produk mutif menggunakan bahan katun 100%.

Penjelasan produk di atas sama sekali tidak memiliki kekuatan emosional yang memacu orang membeli. Karena itu kita akan menambah manfaat kedalamnya supaya lebih mudah menjual.

Manfaat : bahan katun menyerap keringat dengan baik, sehingga terasa nyaman dan adem ketika banyak beraktivitas bahkan di cuaca panas sekalipun.🌞🌞

Bahan ini paling sesuai dengan iklim tropis Indonesia. 🌴🌴🌴

Selain manfaat mungkin kita bisa tambahkan dampak merugikan jika konsumen tidak menyesuaikan bahan pakaian dengan kondisi iklimnya. Misalnya pengeluaran keringat yang berlebihan tanpa disertai kemampuan serap bahan pakaian menyebabkan rasa gerah dan bau badan berlebih. 🙊
Buat apa cantik atau ganteng tapi bau…😱😩😩😩

Fitur : bahan tebal
Manfaat : Baju tidak transparan dan agak kaku sehingga tidak menempel dibadan memperlihatkan lekuk tubuh (lebih syarie).😇

Kita tinggal mengulangi proses diatas pada fitur-fitur lainnya seperti kualitas warna, desain atau tekstur.

Kita tidak perlu memasukkan seluruh fitur kedalam penjelasan produk, cukup memilih 3 sampai 5 keunggulan  saja namun pastikan menyorot manfaatnya lebih mendalam.

Ketika konsumen belum mengetahui kualitas dan manfaat dari produk merek Mutif dibandingkan dengan produk  merk XYZ yang nampaknya sama (njiplak lagi😅) karena  sama-sama ditawarkan dengan katalog, maka konsumen akan merasa merek Mutif jauh lebih mahal. Tapi ketika penjual bisa menjelaskan manfaat lain selain tampil cantik maka pelanggan akan memutuskan membeli manfaat yang terbaik sesuai dengan kebutuhannya.

Sayang kan kalau Anda tahu kantong konsumen Anda kelas menengah ditawari kualitas kelas bawah.

Mutif menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi sehingga lebih awet setelah sekian kali pencucian dan tidak mudah berubah bentuk karena menyusut. Artinya lebih hemat.

Bahan mutif sangat lembut sehingga terasa nyaman digunakan. 

Tidak menggunakan pelembut silikon sehingga aman untuk kulit sensitif karena tekstur jenis kaosnya sudah lembut.

Happy nice selling . Copy mutif
💛💙💜💚💖❤💛💙💜💚💖❤💛💙💜💚💖💙💚💜💙💚❤💖❤💙💛

Sabtu, 10 Oktober 2015

TIPS CANTIK LUAR BIASA, MAU ?

Menjadi Muslimah Cantik Luar Dalam, Siapa Mau???
Sahabat Mutif, kecantikan sejati adalah kecantikan yang tak akan pudar dan abadi. Tidak memiliki batasan waktu ataupun masa tertentu. Kalaulah kecantikan itu hanya terletak pada seraut wajah dan sesosok tubuh, maka kecantikan tersebut bukanlah kecantikan sejati. Kecantikan pada wajah dan tubuh seseorang hanya bersifat sementara dan terbatas pada usia. Kecantikan sejati muncul karena ketulusan dan tidak akan dapat direkayasa. Semua terwujud dari hati yang bersih, jiwa yang tenang, serta akhlak dan kepribadian yang mulia.

Untuk mendapatkan kebagusan akhlak, hendaknya kita selalu memohon kepada Allah, sebagaimana yang dipanjatkan oleh Rasulullah SAW, pemilik akhlak yang agung. “Dan berilah hidayah kepadaku agar baik akhlakku. Tak ada yang mampu memberi hidayah untuk memperbaikinya kecuali Engkau” (HR. Al-Haitsami dan Abu Ya’la).

Satu hal yang wajib kita ingat Sahabat  adalah bahwa kebaikan dan kesucian diri tidak lepas dari taufik Allah SWT. “Aku tidak bermaksud kecuali (melakukan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah” (QS. Huud: 88).
Sahabat  semoga Allah SWT senantiasa meridhoi diri kita untuk tetap kuat menjaga kecantikan akidah kita, serta tetap istiqomah dalam menjalankan peranan sebagai muslimah inspiratif sejati. Aamiin Ya Allah Ya Robbal 'Aalamiin. (mutif co)

KONTAK MUTIF DISTRIBUTOR

Kamis, 08 Oktober 2015

5 Hal yang Paling di inginkan istri dari suaminya .. hasil riset di...

Apa sih yang paling diinginkan seorang istri dari suaminya? Melihat fakta bahwa tidak banyak istri yang to the point menyampaikan pada suaminya dan banyak suami yang tak bisa menangkap isyarat dari istrinya, Majalah Al Farhah melakukan riset untuk menemukan jawabannya. Dan inilah hasilnya… 5 hal yang paling diinginkan istri dari suaminya:

1. Suami mampu mengemban tanggung jawab

Berdasarkan riset tersebut, hal pertama yang paling banyak diinginkan wanita dari suaminya adalah tanggung jawab. Suami mampu mengemban tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga, sebagai pemimpin bagi istri dan anak-anaknya, sebagai imam dalam keluarga.

Hasil riset ini juga membuktikan kebenaran Al Qur’an bahwa ar rijaalu qawwamuuna ‘alan nisaa’. Secara fitrah, sehebat apa pun wanita, ia memiliki sisi lemah yang perlu kehadiran laki-laki sebagai pemimpinnya. Hasil riset ini juga menjungkirbalikkan doktrin feminisme yang menghendaki kesetaraan dalam rumah tangga dan LGBT yang menghalalkan perkawinan sejenis.

2. Memahami pendapat istri dan menghargainya

Hal kedua yang paling diinginkan istri dari suaminya sebagaimana dikutip Dr Karim Asy Syadzili dalam Buku Kado Pernikahan adalah, para istri ingin pendapatnya dipahami dan dihargai.

Meskipun suami pemimpin, bukan berarti boleh otoriter dan seenaknya sendiri. Ia perlu memahami istrinya dan menghargai pendapatnya. Dalam riset itu ditemukan fenomena bahwa sebagian suami jika berbicara kepada istrinya seperti berbicara pada bawahan dan ketika memerintah ingin segera ditaati tanpa melihat kondisi istri. Hal ini tidak diinginkan oleh kaum wanita.

3. Istri ingin selalu disayang dan mendapatkan perlakuan romantis

Hal ketiga yang paling diinginkan istri adalah tampaknya kasih sayang dalam hubungan mereka. Istri juga mengharapkan suaminya bersikap romantis.

Wanita sanga senang jika mendengar kata cinta dan rayuan dari suaminya. Baginya, itu adalah bukti cinta. Sementara suami, umumnya jarang berbicara apalagi kata-kata cinta.

4. Mendapatkan rasa aman

Rasa aman dari suami berarti suami melindunginya. Tidak justru sering memarahi, menyalahkan, mengumpat dan sejenisnya yang membuat istri merasa tidak aman berada di dekatnya.

5. Memaafkan jika istrinya salah

Para istri menyadari bahwa mereka juga bisa salah. Mereka juga mengakui pernah melakukan kesalahan. Yang mereka inginkan, suami mau memaafkan kesalahan mereka. Tidak justru memendam dendam atau mengungkit-ungkit kesalahan di masa lalu. [Muchlisin BK/Bersamadakwah]

Senin, 27 Juli 2015

Hidup Harus Lurus

Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin. Segala puji hanyalah milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Mendengar setiap bisikan hati kita, menjadikan kita orang-orang yang peka untuk menerima nasehat dan petunjuk kebenaran, sehingga kita senantiasa berada di jalan-Nya yang lurus. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rosululloh Saw.
Saudaraku, kita sering membaca ayat ini, “Ihdinash shiroothol mustaqiim” yang artinya, “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (QS. Al Faatihah [1] : 6).
Setiap perintah Alloh Swt. adalah kebaikan bagi kita. Setiap perintah Alloh Swt. pasti membahagiakan, pasti menyelamatkan, pasti memuliakan kita. Demikian juga halnya dengan larangan-larangan Alloh Swt. terhadap kita. Setiap larangan itu tiada lain adalah untuk kebaikan dan keselamatan kita. Karena sesungguhnya Alloh adalah pencipta kita, dan Alloh Maha Tahu segala kelemahan kita. Setiap larangan Alloh Swt. jikalau kita langgar pasti akan mendatangkan keburukan, kehinaan dan kecelakaan bagi kita sendiri.
Alloh Swt. Maha Mengetahui bagaimana diri kita sebenarnya. Alloh tahu kekuatan dan kelemahan kita. Untuk itulah Alloh Swt. menghadirkan perintah dan larangan yang tujuannya adalah untuk kebaikan kita.
Oleh sebab itu, jika kita ingin hidup kita diurus oleh Alloh Swt., maka kuncinya sederhana saja. Yaitu, lakukanlah apa yang Alloh Swt. sukai. Carilah ilmunya mengenai apa saja yang Alloh Swt. sukai dan apa saja yang Alloh tidak suka. Apa yang Alloh sukai maka lakukan, dan apa yang tidak Alloh suka maka tinggalkan. Penuhi prinsip ini secara ikhlas.
Alloh Maha Mengetahui, Alloh Maha Memperhatikan, Alloh Maha Melihat kepada hamba-Nya yang sekuat tenaga mematuhi setiap perintah dan larangan-Nya. InsyaaAlloh, Alloh akan mencukupi setiap apa yang menjadi kebutuhan hamba-Nya.
Jadi, tidak perlu kita menyalahkan siapapun jikalau kita menemui kesulitan-kesulitan hidup. Karena Alloh Swt. berfirman, “In ahsantum ahsantum lii anfusikum, walain asa-tum falahaa”, yang artinya, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat jahat maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.” (QS. Al Israa [17] : 7)
Tidak akan ada yang tertukar. Setiap kebaikan yang kita lakukan, buahnya akan kembali kepada kita, dan setiap keburukan yang kita lakukan, hasilnya pun akan kembali kepada kita. Oleh karena itu, jika kita meresa hidup kita penuh sekali dengan kesulitan, kesusahan, pasti itu buah dari perbuatan kita sendiri yang belum kita taubati.
Saudaraku, setiap dosa yang kita lakukan adalah bagaikan kita menanam ranjau di sebuah jalan yang mana kita akan berjalan di atas jalan itu dan menginjaknya. Tidak ada yang mencelakakan kita selain keburukan kita sendiri.
Maka, barangsiapa yang ingin hidupnya diurus oleh Alloh Swt., berpikirlah sebagaimana yang Alloh sukai. Bertuturkatalah dan berbuatlah sebagaimana yang Alloh ridhoi. Juga milikilah qolbun saliim, hati yang bersih.
Jika sudah demikian, maka selebihnya adalah bagian Alloh Swt. yang akan mengurus kita. Tugas kita adalah patuh kepada Alloh, dan Alloh yang akan mengurus kita. Alloh Swt. yang menciptakan kita, yang mengetahui setiap keperluan kita, yang kuasa mencukupi kita. Kepatuhan kitalah yang akan mengundang pertolongan-Nya. Wallohu a’lam bishowab.[] 

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.
Editor : Rashid Satari

Jumat, 01 Mei 2015

Disiplin Waktu

Lima Disiplin – Bagian 2. Disiplin Waktu
Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Mendengar setiap isi hati senantiasa memberikan bimbingan kepada kita sehingga kita senantiasa istiqomah di dalam ketaatan kepada-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.
Aspek disiplin yang kedua adalah disiplin waktu. Waktu adalah modal kita yang teramat berharga di dalam menjalani kehidupan dunia. Waktu tidak pernah bisa kita tahan barang semenit atau sedetik pun. Jikalau kita beristirahat, maka waktu tetap bergulir. Waktu selalu berjalan ke depan, tidak pernah bisa berjalan mundur kembali meski sejengkal saja. Maka, tidak berlebihan jika ada yang mengatakan bahwa waktu adalah hal yang paling berharga di dunia.
Saudaraku, Alloh Swt. memberikan modal waktu yang sama kepada setiap orang. Banyaknya dua puluh empat jam sehari semalam. Dalam rentang waktu tersebut, ada orang yang mampu menyelesakan beberapa amanah tugas atau pekerjaan. Dalam rentang waktu tersebut pula ada orang yang mampu menghafalkan beberapa ayat atau surat di dalam Al Quran, atau mengulang kembali hafalannya sehingga lebih kuat. Dalam rentang waktu tersebut pula ada yang mampu memaksimalkan shalat fardhu di awal waktu, lengkap dengan shalat sunnah dan sedekah.
Akan tetapi, dalam rentang waktu dua puluh empat jam itu ada juga orang yang tidak banyak mendapatkan apa-apa. Waktunya berlalu begitu saja, tanpa bisa ia isi dengan amal sholeh. Lebih menyedihkan lagi, ada orang yang dalam rentang waktu itu malah berisi perbuatan sia-sia, bahkan kemaksiatan. Na’udzubillahi mindzalik. Sungguh rugi orang yang seperti ini.
Alloh Swt. berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr [103] : 1-3)
Maka saudaraku, penting sekali bagi kita untuk bisa memaksimalkan waktu yang kita miliki dengan amal ibadah. Karena sedetik pun waktu yang kita lalu pasti akan ada perhitungannya di hadapan Alloh Swt.
Buatlah program dan target untuk mengisi waktu kita. Dari harian, mingguan, bulanan, atau lebih dari itu. Jangan miliki kebiasaan telat. Jangan pula punya kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. Bertekadlah selalu datang lebih awal. Dan berupayalah untuk segera menunaikan pekerjaan hingga tuntas, karena boleh jadi setelah pekerjaan itu, akan berdatangan pekerjaan lainnya. Jangan menunda-nunda. Gunakan kesempatan yang ada untuk melakukan yang terbaik.
Menyia-nyiakan waktu berarti tidak mensyukuri modal waktu yang telah Alloh Swt. berikan kepada kita. Selain akan menjadikan kita orang yang tidak produktif, menyia-nyiakan waktu juga akan membuat kita rugi di akhirat.
Semoga Alloh selalu melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita menjadi hamba-hamba-Nya yang selalu bermujahadah untuk disiplin mengisi waktu dengan hal-hal positif dan produktif dalam rangka beribadah kepada Alloh Swt. Hanya orang yang menggunakan waktunya sebagaimana yang Alloh sukai, yang akan mendapatkan keberuntungan di dunia dan akhirat. Wallohua’lam bishowab.[]

Kamis, 09 April 2015

Rezeki Alloh tidak meleset

Rezeki Alloh Tidak Meleset – AaGym
Alhamdulillah. Hanya Alloh Swt. pemilik segala pujian. Hanya kepada Alloh kembalinya setiap pujian. Tak ada yang patut untuk disembah dan dimintai pertolongan selain Alloh. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rosululloh Saw.
Saudaraku, jika ada yang pernah melintasi jalan Cileunyi ke arah selatan, maka kita akan melihat deretan penjual Tahu Sumedang. Rata-rata mereka melambaikan tangannya ke arah kendaraan yang melintas. Jika ada kendaraan yang bermaksud membeli, maka kendaraan itu akan menepi kepada salah satu dari mereka. Atau kadang, meski mereka semua melambaikan tangannya, terkadang tak ada satupun kendaraan yang menepi, dan kendaraan justru menepi di penjual ubi cilembu beberapa kilometer dari mereka.
Demikianlah rezeki itu. Alloh Swt. yang menghendaki rezeki-Nya bagi kita. Tidak ada yang meleset sedikitpun dari kita. Jikalau Alloh menghendaki rezeki tertentu bagi X, dan X sedang duduk bersebalahan dengan Y dan Z, maka rezeki itu tidak akan meleset kepada yang lain selain kepada X. Berjubelnya orang yang berdoa di multazam, tidak akan membuat Alloh Swt. keliru memberikan rezeki-Nya. Alloh pasti memberikan rezeki-Nya secara tepat dan akurat. Subhaanalloh.
Alloh Swt. berfirman, “Jika Alloh menimpakan sesuatu kemadhorotan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus [10] : 107).
Jika seluruh jin dan manusia di alam ini bergabung demi untuk menghalangi rezeki Alloh terhadap kita, maka mustahil mereka bisa melakukannya. Mustahil ada yang bisa mengganggu kehendak Alloh Swt. Demikian juga sebaliknya, jikalau Alloh Swt. enggan untuk memberi, maka sampai jungkir balik pun kita memelas bersujud kepada makhluk, maka tetap tidak akan terjadi.
Maka, yakinlah bahwa tak ada penguasa rezeki selain Alloh Swt. Oleh sebab itu, jemputlah rezeki dengan cara-cara yang disukai Alloh. Bekerjalah dengan jujur, berniagalah dengan jujur, jauhi iri dengki dan dusta. Jikalau kita berjualan buah di antara deretan toko yang lain yang juga berjualan buah, namun malah toko tetangga yang banyak pembelinya, maka tidak perlu jengkel dan kotor hati, karena rezeki Alloh tidak akan meleset. Lebih baik tingkatkanlah kualitas buah yang kita jual dan tingkatkanlah kualitas pelayanan kita kepada konsumen, karena inilah ladang amal sholeh kita. Insyaa Alloh, niscaya pertolongan dan kemudahan Alloh akan datang kepada setiap hamba-Nya yang berupaya ikhtiar dengan cara-cara yang Alloh ridhoi.
Jangankan rezeki di antara deretan toko-toko, rezeki di antara kakak beradik yang satu rumah saja bisa berbeda. Jangankan kakak beradik, anak kembar saja akan berbeda takdir dan rezekinya. Oleh karena itu tidak perlu sibuk mengurusi pemberian Alloh kepada orang lain, lebih baik sibuk mengurusi amal sholeh kita kepada Alloh Swt. karena itulah yang akan kembali kepada diri kita.
Bersandar dan berharaplah hanya kepada Alloh Swt. Berusahalah hanya karena agar Alloh ridho. Tidak perlu mengejar kecintaan makhluk kepada kita demi agar rezeki kita bertambah, kejarlah cinta Alloh agar Alloh mencintai kita dan mencukupi segala keperluan kita dengan cara-Nya yang luar biasa. Wallohua’lam bishowab.[]

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )